Pages

Bertahan atau Tinggalkan

Minggu, 13 Maret 2016

Hai, kembali lagi menulis.. ya, menulis semua curahan isi hati..
dengan cara menulis diblog ini.. saya jadi merasa lega.. bisa menceritakan seluruh isi hati saya, kepada semua para pembaca..
on frime : @sitikurniasih24 @thaariq16

Ini bukan sebuah penghakiman atas pilihan yang salah atau sebuah penyesalan yang enggan diakhiri juga ragu untuk dilanjutkan. Ini adalah tentang sebuah kenyamanan, tentang bagaimana kita mengukir senyum, bukan karena keterpaksaan.

Bukan juga drama yang kau bangun demi menyenangkan orang yang tidak kau cintai adalah sama saja dengan menabur jeruk nipis di luka yang teriris tipis? pada akhirnya, kamu akan tetap berhadapan dengan pilihan untuk tetap bertahan atau meninggalkan, pada pilihan "ya" atau "tidak" sementara luka iris tipis yang kau tinggalkan masih jelas menyapa hariku.

Bukankah kamu juga menyakitinya dengan sikap yang kau buat seolah-olah manis?
kemudian nantinya, akan berhujung pahit seperti  yang aku rasakan.
siapa lagi? wanita yang akan kau sakiti hatinya?

Jika bagimu tidak indah lalu tidakkah kau berfikir, kamu telah salah memilih pasangan?
Anggaplah aku sebagai pilihan atas kelabilanmu saat itu.

Aku ikhlas kamu pergi, toh jika lama tak bertemu, kita mungkin akan tau arti merindu. Dan kita bisa melunasinya kapan saja. Kamu dan keluaragamu, aku dan keluargaku. Atau mungkin, kita bisa melunasi setiap hari, kau dan aku menjadi satu keluarga. Bersamaku, kita sama-sama belajar, kita pernah saling mencinta dan terluka bersama. Bersamaku, kamu tau arti cemburu. Bersamaku kita terasa konyol, kita terasa cocok. Lalu bagaimana dengannya? apa kamu merasakan hal seasik ini dengannya?

Cinta memang tak akan sempurna, aku yang salah telah mengharapkannya. Bukan masalah, ini hanya soal waktu. kelak ada saatnya kamu harus memilih jalan yang meskipun sakit tapi melegakan hati.



                                                  Untukmu Para Hati yang sedang labil menentukan pilihan.




Sewajarnya..

Minggu, 21 Februari 2016

Mencintai sewajarnya saja, karena kita tidak pernah tau kapan dia akan berhenti mencintai kita..
Merindu sewajarnya saja, karena kita tidak pernah tau dia merindu kita atau merindu yang lain..
Memberi kepercayaan sewajarnya saja, karena kita tidak pernah tau..
Berapa kali lagi dia akan mengecewakan kita..
       Mencintai boleh saja..
       Merindu boleh saja..
       Memberi kepercayaan lebih, boleh saja..
tapi, persiapkan hatimu untuk disakiti kesekian kalinya..
oleh para lelaki yang tidak merasa bersalah itu..
jika memang ingin mu seperti itu~

                                                    untuk, wanita yang lemah akan cinta

selepas kepergianmu

Kamis, 18 Februari 2016

Kini semua telah berbeda dari hal yang pernah kita sebut sebagai rencana. kau telah memilih jalanmu sendiri, sementara aku juga bertahan dengan hidup yang aku lalui. ku biarkan kau perlahan menjauh, sebab apalah artinya mempertahankan seseorang yang selalu saja membuat rapuh.

Sekarang, jalani saja hidup yang sudah kau pilih!
itukan, yang akan membuat dirimu bahagia?
sekarang kau bisa dapat apa saja yang kau inginkan dari wanitamu..
sekarang kau bisa dapat perhatian yang seutuhnya dari wanitamu..
bahkan, setiap waktu kau dapat memandangi wajahnya..

Ini jalanmu kan sekarang? bukan jalanku lagi, ataupun kita!
yasudah, tak usah  terlalu sering menghampiriku..
bukan aku membencimu, untuk apa aku membenci seseorang yang pernah begitu ku cintai?
kalau saja dengan membenci malah membuatku tidak tenang..
tlah ku cukupkan kau sebagai kenangan, semua akan terasa menjadi lebih baik..
tidak perlu ada dendam, terhadap sesuatu yang sudah lalu..

Meskipun melupakan terkadang begitu sulit, namun terus ku lakukan perlahan..
kau boleh menghampiriku, sesekali.. sesuka hatimu..
meski terasa aneh, ketika percakapan kita berubah begitu sangat kaku..
tidak  apa, sesekali hatiku terasa tersayat-sayat, disaat saat kau menghampiriku..
hingga suatu hari nanti, tanpa terasa berat lagi.. tanpa harus membencimu..
aku sudah sampai pada titik; "aku sudah tidak mencintaimu lagi".

Terbukti, hidup nyatanya baik-baik saja..meski ku lalui tanpa hadirmu, kini bisa menjadi lebih baik dari hal-hal yang kujalani dimasa lalu..  bukan sebuah penyesalan bagiku untuk mengenalmu.
namun, tidak juga ku sesali sebab pada akhirnya aku benar-benar bisa melepaskanmu.
tak usah menghawatirkanku..
semua akan baik-baik saja, bahkan menjadi lebih baik dari yang kau kira..



                                                                   Dari wanita yang ingin benar benar melupakanmu.

untuk mu yang tidak pernah membaca tulisan ini

Kamis, 28 Januari 2016



11 bulan tanpa dirimu..
yang kuraskan begitu beratnya, terlebih.. saat ku lihat dirimu telah bersamanya.. kekasih barumu.. eh, tidak tidak selingkuhanmu yang sekarang menjadi kekasihmu.. dan membuat segalanya menjadi hancur..
hancur berkeping-keping.. hari-hari telah ku lewati tanpa hadirmu..
tapi mengapa, mengapa disaat aku sudah mulai melepaskan, dan membuka kembali lembaran baru.. kau hadir kembali, menjadi salah satu yang tercatatkan dalam lembaran baru ini.. kenapa? bukan kah kau sudah bahagia degannya? belum puaskah kamu membuat hatiku hancur? melihat diriku ini tertatih untuk melupakanmu? mungkin, jika kamu baca tulisan ini.. kamu pasti tertawa bahagia.. apalagi ada kekasihmu disampingmu yang ikut juga baca tulisan ini..
aku memang wanita bodoh, yang dibilang bodoh sama sahabatku sendiri..
iya, bodoh karna masih saja memikirkanmu.. meski aku tahu.. kamu tidak mungkin memikirkanku juga.. percakapan kecil yang kita lakukan baru-baru ini juga.. hanya percakapan biasa bagimu, beda hal nya denganku.. bagiku itu adalah percakapan yang sangat berarti.. ah tapi sudahlah, curhat disinipun.. kamu tidak akan pernah perduli, apalagi untuk membaca semua tulisan ini... biarkan sekarang kamu dengan kehidupanmu.. dan aku dengan kehidupanku..

with guetly,
dari wanita yang sedang berusaha keras melupakanmu.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS